Sejarah Terbentuknya HIMPERRA

Advertisement

Sejarah Terbentuknya HIMPERRA

Sunday, September 1, 2019


PROPERTI dan BISNIS. Sengkarut yang terjadi di tubuh Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) akan dulisme kepemimpinan akhirnya mendapatkan titik temu. Perkumpulan Apersi, melalui saran Dirjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyarankan Perkumpulan Apersi berubah nama menjadi Himpunan Pengembang Perumahan.

Pada tanggal 25 Agustus 2018, Himperra kemudian melakukan daklarasi di Jakarta. Awalnya deklarasi dilaksanakan di salah satu hotel di Jakarta. Namun, oleh Kementerian PU PR melalui Dirjen memint deklarasi dilkukan di Gedung Kementerian PU PR Lantai Delapan Jakarta.

Disampaikan Ketua DPD Himperra Riau Ir Yulekson, penyatuan terhadap dua kubu ini bukan tidak dilakukan. Bahkan, beberapa kali pertemuan dilakukan untuk mencari jalan keluar. Diantaranya pada tahun 2017 yang lalu dilakukan pertemuan diantara kedu belah pihak supaya dilakukan ishlah. ”Saya salah satu tim yang berada di kubu Endang Brawijaya Ketua Umumnya, saat itu dalam pertemuan yang dilakukan. Lima tim dari kubu sebelah, dan lima tim dari kubu kita , tiga unsur DPP dan dua dari unsur DPD. Unsur DPD itu, salah satunya DKI sebagai ibukota negara, dan mewakili DPD seluruh Indonesia adalah Riau. Mengingat Riau terbesar di luar pulau Jawa,” ujarnya saat dijumpai di kantornya di kawasan Sudirman Point Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Namun, islah yang dimediasi Kementerian PU PR melalui Dirjen mengalami deadlock. Dari sinilah Dirjen kemudian menyarankan ganti nama. “Karena kita yang eksis di perumahan, baik di pusat dan diaerah. Kita yang aktif dan eksis menyalurkan KPR kepada Bank-bank penyalur perumahan subsidi. Kita disarankan untuk berubah nama,” papar Yulekson.

Yulekson mengenang, saat masih berbentuk Perkumpulan Apersi, hanya ada 18 DPD yang bergabung. Namun, setelah dideklarasikan pada tanggal 25 Agustus, dan dilantik secara nasional pada tanggal 22 September, Himperra telah memiliki 34 DPD se-Indonesia.

“Saya sebagai Ketua DPD Himperra Riau, M Noer sebagai Sekretaris dan bendahara Arifin. Pelantikan ini serentak bersama seluruh DPD Himperra se Indonesia. Awal masih berbentuk Perkumpulan Apersi, keanggotaan di DPD Riau baru ada 60 orang, Sekarang di DPD Himperra Provinsi Riau, anggota yang aktif itu sebanyak 101,” ujar Yulekson.

Bahkan, ke-101 anggota ini juga telah terdaftar di sistim registrasi yang dibuat oleh Kementerian PU PR. Dalam ketentuannya, pengembang yang bisa menyalurkan KPR di Bank, harus terdaftar dulu di Sireng. Sebab jika dia tidak terdaftar, perbankan akan menolak. Dari sinilah, dibuktikan bahwa penggembang juga anggota organisasi aktif di organisasi perumahan untuk bisa membangun rumah bersubsidi.

“Alhamdulillah, meski baru dideklarasikan Agustus 2018 silam, telah banyak keinginan-keinginan dari pengembang untuk bergabung dengan Himperra. Disini (Himperra,red) hak-hak usaha anggota untuk mengembang bisnisnnya terjamin. Bahkan, kita akan berusaha memberikan bantuan disaat mereka terbentur kepada sebuah masalah. Himperra hadir sebagai organisasi yang mengayomi, jikapun tumbuh mari kita sama-sama tumbuh,” sebut Yulekson.

Terhitung 101 anggota yang bernaung dibawah panji Himperra ini, memiliki prospek bisnis perumahan, tidak hanya di Kota Pekanbaru. Namun, juga berkembang di kabupaten-kota lainnya.

Ketika ditanya, bagaimana Himperra menjawab tantangan kedepan, mengingat sebelumnya Himperra adalah Apersi, laki-laki murah senyum ini mengatakan dirinya bersama pengurus DPD Himperra tidak mempersoalkan hal ini lagi.
“Yang sudah, sudahlah, mari kita bangun organisasi ini kedepandengan lebih baik lagi Himperra lebih fokus untuk membina pengembang- pengembang baru untuk lebih maksimal mengembangkan potensi bisnis mereka. Terutama di dalam pembangunan rumah bersubsidi. Himperra telah bersih dari kepentingan-kepentingan yang tidak profesional di dalam bisnis perumahan,” kata Yulekson.*** ((( RR )))



close