Dari Aparat Menjadi Pengusaha

Advertisement

Dari Aparat Menjadi Pengusaha

Tuesday, September 10, 2019


Zendra Saputra “Disiplin, Tegas Menjadi Kunci Keberhasilan”

PROPERTI dan BISNIS. Kesuksesan bukan merupakan warisan yang berasal dari orangtua, juga bukan sebagai hadiah ulang tahun. Kesuksesan tidak akan datang begitu saja. Sukses diraih melalui proses yang panjang dan membutuhkan waktu, strategi, usaha, keinginan yang kuat, pengorbanan yang tidak mudah, dan yang terpenting kita harus fokus.
Hal Itulah yang menjadi dasar pemikiran pria yang bernama lengkap Zendra Saputra kelahiran Sumatera barat 7 oktober 1973, baginya setiap perjalanan hidup pasti ada hikmahnya.

Terlahir dari keluarga sederhana, Putera dari bapak (Alm) Marjohan dan Ibunda bernama Yusniarti ini mempunyai cita cita awal menjadi Polisi. Inspirasi itu melihat dari sosok sang kakek yang memiliki karakter disiplin, tegas dalam mendidik.
Memulai jenjang pendidikan dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Solok, hingga menamatkan pendidikan di SMA. Selanjutnya, Suami dari Herlina ini mengkisahkan perjalanan hidupnya saat memulai proses berjuang menjadi sukses.

Sejak usia muda, Zendra sudah terlatih mandiri dan berjuang hidup dengan kerja keras mencari penghasilan untuk kebutuhan dirinya, Mulai dari tukang cuci piring hingga menjadi juru parkir di salah satu rumah makan yang ada di Solok pun pernah ia lakonkan.
Meski begitu, pria yang mempunyai karakter bijaksana itupun tetap konsisten menyelesaikan pendidikannya hingga lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sicincin Padang Pariaman Sumatera Barat.

karena sudah terbiasa mandiri, selepas menyelesaikan pendidikan SMA, dirinya merasa harus mengembangkan potensi dan kemampuannya untuk mendapatkan penghasilan, dan pada akhirnya ia memutuskan untuk merantau ke pulau jawa tepatnya dijakarta pada tahun 1992.

Karena Keuletan dan ketekunan, ia mendapatkan pekerjaan sebagai security disalah satu perusahaan di jakarta. namun seiring sejalannya waktu, tahun berikutnya Zendra pun melepaskan pekerjaan itu dan diterima sebagai marketing di Mall Borobudur yang digelutinya hingga akhir tahun 1993.
-Kisah Menggapai Cita-cita-

Meraih harapan dan mewujudkan impian menjadi Polisi merupakan salah satu tekad Zendra yang harus diraih. hal itu ia buktikan dengan tidak menyia-nyiakan peluang penerimaan tes kepolisian di Padang pada tahun 1993.

Suport dan doa dari orang tua menjadi salah satu semangat dirinya. Al hasil, setelah mengikuti serangkaian tes yang dilakukan oleh panitia, namanya lolos dari sekian banyak peserta.

Setelah itu, tepatnya di tahun 1994 Zendra ditugaskan ke Provinsi Aceh untuk mengikuti pendidikan Polisi di SPN Seulawah Aceh selama setahun.

Usai mendapatkan pendidikan, di tahun 1995 ia langsung di tugaskan ke Aceh selatan hingga pada akhirnya ditempatkan dalam kesatuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Aceh tahun 1998 sampai 2001.

Berkarier menjadi polisi sudah pasti harus siap ditempakan dimana saja sesuai dengan penugasan, dan pada tahun 2001 Zendra resmi bertugas di Polisi Daerah (Polda) Provinsi Riau hingga awal tahun 2018.

Masih dikisahkan Zendra, pada saat tugas di aceh dirinya banyak menimba ilmu kehidupan dengan berpetualang keluar masuk pemukiman masyarakat untuk memberikan pengamanan dan perlindungan dari gerakan separatis GAM, dari itulah, dirinya mengenal banyak karakter hingga teman di tempatnya bertugas.
Sebagai anggota polisi yang profesional, dia tidak pernah mengeluh dalam tugas yang diberikan, sekalipun harus bersentuhan dengan daerah konflik yang kapan waktu bisa saja merenggut nyawa nya.

“saya harus berhadapan dengan tentara GAM (Gerakan Aceh Merdeka), mengamankan beberapa daerah yang kapan saja bisa diserang dan diduduki oleh mereka (pasukan GAM, Red), bahkan sampai terjadi kontak senjata dengan pasukan GAM,” Paparnya.
Tidak hanya itu saja, ia pun menceritakan lagi, ketika menjadi Bantuan Kendali Operasi (BKO) Kota Fajar Aceh Selatan, pada saat menjelang Maghrib satuannya sempat diserang mendadak dengan pelontar granat oleh pasukan GAM, aksi tembak menembak pun terjadi, Beruntung granat itu tidak meledak sehingga nyawanya masih terselamatkan.
“Alhamdulillah, saya masih diberi keselamatan dan panjang umur oleh Allah SWT, itulah namanya kewajiban, kita harus siap siaga kapan saja dan dimana saja untuk berhadapan dengan hal-hal seperti itu.” Kenangnya.



-Meniti Karier Menjadi Pengusaha-

Menjalani pahit dan manisnya kehidupan serta pengalaman di berbagai bidang pekerjaan, rupanya Ayah dari dua putera dan satu putri ini berkeinginan untuk menjadi seorang pengusaha dan melepaskan kariernya di kepolisian dengan mengajukan pensiun dini pada awal tahun 2018 lalu.

Mempunyai dedikasi serta kemandirian adalah modal awal dirinya memberanikan diri terjun ke dunia usaha di bidang Properti dan penyedia jasa.

Menurutnya, berbisnis merupakan sebuah pelatihan diri untuk mengembangkan potensi dan memanfaatkan peluang penghasilan tanpa diatur dengan waktu, selain itu juga, kata dia, bisa menolong banyak orang dengan menciptakan lapangan pekerjaan.

“selain dari kita bebas mengatur waktu juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” Sebutnya.



Kini Zendra memiliki beberapa perumahan subsidi yang berlokasi di Air hitam, Pasir putih dan dijalan Inpres/Kartama sebelah kantor Lurah. Kariernya di dunia usaha ini pun terus meningkat, Zendra bermula Aktif di APERNAS (Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana
sebagai sekretaris Periode 2017-2022 dan akhirnya diamanahkan sebagai Plt Ketua, karena ketua yang lama pindah ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sebagai Sekretaris Jenderal.

-Sosok Inspirasi-
Bagi zendra, sosok yang menjadi inspirator dirinya hingga menjadi pengusaha sukses adalah Ayah Kandungya.
Sang ayah yang telah telah berpulang keharibaan maha pencipta telah banyak memberikan dirinya pelajaran hidup dan kedisiplinan sehingga mental dan jiwanya terlatih menghadapi setiap rintangan dan masalah dalam kehidupan sehari hari.

Sosok ayah merupakan orang yang tegas, dan dari dedikasi ayahlah, zendra bisa bisa menjadi disiplin. Bahkan, diakui ia, dalam mendidik keluarganya, pola disiplin sudah diterapkan langsung dalam keseharian bersama keluarga.



-Harmoni keluarga-

Zendra mempunyai istri yang bernama Herlina, gadis Pariaman Sumatera Barat yang dulu dipersuntingnya, kini masih aktif bekerja di dunia kepolisian Ditlantas Polda Riau.

Dari hasil pernikahannya, Zendra dikaruniakan 3 orang anak, dua putra dan satu putri, Anak pertama bernama Randika Pratama Bharadista, Bharadista merupakan kepanjangan dari Bhayangkara daerah Istimewa Aceh, bersekolah di SMA Taruna Nusantara di Magelang kelas II.

“Dia mempunyai cita-cita menjadi polisi, akhirnya diarahkan kesana,” Sebutnya.
Anak yang kedua adalah Arif Satria Adhikara Mandala, sekarang masih bersekolah di SMP 4, dan anak ketiga seorang putri yang bernama Aura Maharani Syakira. Dalam mendidik ketiga anaknya, Zendra juga bersikap tegas dan disiplin.

“mungkin ini karena kebiasaan dalam keluarga saya, karena dulu juga saya dididik seperti itu oleh ayah saya.” Pungkasnya.

-Prestasi dan Penghargaan-
Mendapat Anugerah berupa gelar dan beberapa bintang, diantaranya bintang ksatria tamtama, Bintang GOM (Gerakan Operasi Militer) atas dedikasinya dibidang Operasi pengamanan militer. Pria yang mempunyai hobi dengan motor trail dan berburu ini juga sempat bergabung dengan beberapa organisasi yang sesuai dengan hobinya, beliau pernah aktif di IMI (Ikatan Motor Indonesia) pada tahun 2011 sebagai Ketua bidang Organisasi, selain itu juga Zendra aktif di Perbakin dan diberi mandat sebagai ketua bidang Pemburu.



“Berjuanglah sekuat mungkin untuk meraih kesuksesan karena kesuksesan itu bukan datang dari orang lain akan tetapi dari diri sendiri”,,-Zendra Saputra-

((red RR))

close