Bangun Organisasi dengan Anggaran Terbatas

Advertisement

Bangun Organisasi dengan Anggaran Terbatas

Sunday, September 1, 2019

Ir Arifinsyah, Bendahara DPD Himperra Provinsi Riau

PEKANBARU dan BISNIS. DI saat kepemimpinan Apersi terpecah dalam dua bagian, Apersi dan Perkumpulan Apersi, ada kebingungan pada sebagian anggota, mana organisasi yang harus mereka ikuti. Apalagi ketentuan dari Kementerian PUPR, setiap pengusaha property yang terjun dalam bisnis perumahan harus tergabung dalam organisasi perumahaan. Ini juga berdampak tersendatnya pertumbuhan bisnis yang telah mereka bangun dengan susah payah. Saat inilah masa-masa sulit yang dialami Ir Arifinsyah yang saat itu menjabat sebagai Bendahara Apersi, menyatukan dua kubu yang berseteru, apalagi dengan kondisi anggaran yang terbatas.

“Beberapa kali bolak-balik ke Jakarta, mempersatukan kembali organisasi yang terbelah. Menghadiri pertemuan-pertemuan, kita bersama, saya, Ketua pak Yulekson dan pak M Noer Koto iuran untuk menutupi kekurangan-kekurangan yang ada. Semuanya ini kita lakukan untuk memperjuangkan, supaya Apersi kembali bisa bersatu. Namun semuanya kembali gagal. Setelah Himpera terbentuk, banyak anggota yang bergabung, soal anggaran tidak menjadi masalah lagi, “ ujar Arifinsyah.


Begitu juga saat Musda DPD Himperra Provinsi Riau yang pertama kali, jumlah anggota yang bergabung baru berjumlah 20 anggota. “Namun, berkat kerja keras semua pihak, saat ini anggota Himperra telah berjumlah menjadi 101 anggota. Kemungkinan besar akan bertambah, dengan semakin banyaknya animo dari pengusaha-pengusaha property terutama yang muda-muda untuk bergabung bersama Himperra,” ujar laki-laki asal Lubuk Jantan, Lintau, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat ini.

Kegagalan, bagi laki-laki berpakaian modis ini bukanlah sesuatu yang membuatnya patah semangat. Pernah membangun perumahan Sepakat Regency tipe 36 Plus pada tahun 2007 dan membangun perumahan tipe 45 di Bagan Batu. Pada dua pembangunan ini, dewi fortuna belum berpihak kepada dirinya.Pada tahun 2009, Arifinsyah fokus membangun kawasan perumahan MDR atau rumah subsidi di Jalan Garuda Sakti KM 6, Desa Karya Indah, Kabupaten Kampar.

“Rumah yang kita bangun ini termasuk perumahan-perumahan awal yang ada di Jalan Garuda Sakti. Saat ini pertumbuhannya terbilang pesat. Saya melihay prospek bisnis property di Pekanbaru dan daerah-daerah perbatasan di sekitar Pekanbaru sangat menjanjikan. Saya saat ini juga mencoba di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Prospek bisnis perumahan disni juga bagus. ***
((red: RR))


close