Bangkit Setelah Dihantam Krismon 97

Advertisement

Bangkit Setelah Dihantam Krismon 97

Thursday, September 5, 2019


PROPERTI dan BISNIS. Pekanbaru. Bagi masyarakat yang tinggal di Jalan Sukakarya, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan, pasti akan melalui sebuahkawasan perumahan, yang berdiri kokoh berjejer tak jauh dari Jembatan Kualu (Jembatan, Sukakarya,red). Inilah perumahan pertama yang dibangun Ketua DPD Himperra Riau, Ir Yulekson.“Saat pertama dibangun, jembatan beton yang membentang di Jalan Sukakarya ini, masih jembatan kayu. Di Sekitar masih banyak hutan dan semak- belukar. Sekarang, saya sendiri tidak percaya akan pesatnya pertumbuhan perumahan di Jalan Sukakarya, termasuk yang masuk dalam Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang. Kondisi Pagi dan sore macet,” ujar Ketua DPD Himpera Provinsi Riau, Ir Yulekson saat dijumpai Majalah Property Riau di kantornya, PT Bintang Maharani yang sekaligus menjadi Kantor DPD Himpera Provinsi Riau.

Bergelut didalam dunia bisnis perumahan, bagi pria kelahiran Sijunjung Sumatera Barat, 1970 silam bukan lagi barang baru. Bahkan, dirinya juga pernah merasakan, bagaimana krisis moneter menghntam Indonesia pada tahun 1997-1998 silam. “Bisnis yang saya bangun, porak-poranda, mau tak mau, terpaksa tiarap. Bayangkan, harga Dolar dari Rp2.250 per-dolarnya naik menjadi Rp14.000 sampai Rp15.000. Harga bahan-bahan bangunan mahal, jikapun dibeli lebih besar pasak daripada tiang, lebih banyak pengeluaran dari profit yang kita dapatkan” ujarnya mengenang sambil menghirup kopi dari gelas keramik yang terhidang di depannya.


Saat itu, dikatakakan ayah dari lima orang anak ini, dirinya bergabung bersama Koperasi Primkopad. “Ini terjadi pada tahun 97 dan 98, setahun setelah saya bergabung dengan Primkopad, Indonesia dihantam krisis monoter,”ungkapnya.

Setelah dua tahun berlalu, dengan pekerjaan yang serabutan, mulai dari jual beli handphone bekas hingga jual beli mobil bekas, alumni Fakultas Teknik, Universitas Riau ini pada tahun 2000 kembali  mencoba peruntungan di bisnis perumahan. Usaha memang tidak akan mengkhianati hasil, Yulekson membangun perumahan Wisma Kualu, yang berada di Jalan Sukakarya, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan.

“Saat pertama kali membangun, Jalan Sukakarya, masih jalan tanah, ruas jalannya kecil dan kondisinya masih sepi. Perumahan penduduk jarang-jarang, jikapun ada itu hanya satu-satu. Saat itu, saya berfikir kawasan ini sepuluh tahun kedepan akan ramai. Disinilah saya melihat prospek bisnisnya, dan ini ternyata terbukti. Kawasan ini salah satu kawasan terpadat yang ada di Kota Pekanbaru” katanya.“Istri bagi saya adalah teman untuk saling mensuport, disaaat kita jatuh, beliau yang mengingatkan, untuk kembali  bangkit,’ sebut suami Leni Idris ini.

Saat ini Ketua DPD Himpera Riau ini, berkiprah lewat bendera PT Bintang Maharani. “Alhamdulillah, saat ini PT Bintang Maharani tengah fokus membangun rumah bersubsidi di Jalan Bupati, Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang. Salah satunya yang Direkturnya adalah anak saya, “kata Yulekson. Ternyata buah yang jatuh tak pernah jauh dari pohon.


“Kita sudah memberikan pengetahuan tentang pembangunan rumah bersubsidi, dan dia menyambut baik. Dari kecil sering saya bawa ke beberapa proyek pembangunan perumahan, untuk menumbuhkan kecintaannya kepada bidang property. Alhamdulllah dalam dunia pendidikan, dia sudah bergelar SH MH, “ sebut  Yulekson sambil tertawa lepas.

Berkiprah dalam organisasi perumahan, bagi Yulekson bukanlah barang baru. Dirinya sudah pernah berkecimpung dalam bisnis perumahan ini. Pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Apersi, saat Apersi dijabat Adisman, pada tahun 2006 ketika DPD Apersi Provinsi Riau mengukuhkan diri sebagai salah satu organisasi perumahan bersanding dengan Real Estate Indonesia (REI). 

Begitu juga pada kepengurusan selanjutnya, saat Ketua Apersi dijabat Herwanto dirinya juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Apersi. Setelah periode Herwanto, DPD Apersi Riau berganti nakhoda, dijabat oleh Zalmesi Fradius, saya menjadi Wakil Ketua I, Ketua Harian.***

[ Red : RR ]



close