Ashari: Melalui Seminar RTRW Kita Berharap Ada Solusi Buat Pengembang

Advertisement

Ashari: Melalui Seminar RTRW Kita Berharap Ada Solusi Buat Pengembang

Sunday, September 1, 2019

PROPERTI dan BISNIS. Bersempena pelantikan Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Provinsi Riau, juga dilaksanakan seminar membahas Tata Ruang Tata Wilayah (RTRW) Provinsi Riau. Seminar mengusung tema Tata Ruang Berkelanjutan untuk Masa Depan Perumahan MBR ini akan menghadirkan dua kementerian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Negara (ATR BPN).

“Kita sudah konfirmasi kepada Kementerian berkaitan dengan seminar ini, ada tiga narasumber dalam seminar ini, termasuk juga didalamnya Pemerintah Provinsi Riau. Kita berharap Bapak Gubernur Riau yang menjadi narasumber, namun mungkin beliau akan mendisposisi-kan kepada dinas terkait, biasanya ini kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Takim,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan DPD Himperra Riau, Ashari, saat ditemui Majalah Property Riau di Kantor DPD Himperra Provinsi Riau Kompleks Perkantoran Sudirman Point, Jalan Sudirman Pekanbaru.

Melalui seminar ini, Ashari berharap, persoalan RTRW yang menggantung sekian lama segera menemui titik temu dan disahkan. Supaya ini tidak lagi menimbulkan keraguan pada pengusaha-pengusaha property dalam mengembangkan potensi daerah. “Selama ini banyak terbentur disana, pihak perizinan pun menjadi gamang di dalam memberikan lampu hijau, mengeluarkan izin, karena takut kawasan yang izinnya dikeluarkan ini bukan dalam kawasan non perumahan atau biasa kawan-kawan menyebutkan sebagai zona merah. Masing-masing daerah berbeda-beda, tidak satu persepsi,” ulas Ashari.

Disinggung tentang persiapan menyambut acara pelantikan, dikatakan Ashari, kondisi menjelang hari H minus 1, kondisinya sudah 100 persen. “Undangan yang kita sebar sebanyak 200 undangan, untuk instansi dan mitra sekitar 80 undangan, dan undangan internal sebanyak 120 undangan. Termasuk undangan keluar ini, kepada Kepala daerah yang kawan-kawan beraktivitas di sini, seperti Bupati Kampar, Bupati Pelalawan, Walikota Dumai, Walikota Pekanbaru. Yang mayoritas, kawan-kawan ada proyek disini. Kita juga berharap beliau-beliau ini harus hadir pada hari itu, sebab ini menyangkut dengan Tata Ruang Tata Wilayah (RTRW), sebab teman-teman banyak yang terkendala dengan persoalan ini,” ungkapnya.

Panitia juga mengundang dinas dan instansi terkait yang selama ini bersentuhan dengan kegiatan dan operasional pengusaha-pengusaha perumahan, diantaranya Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kota, Kepala Dinas PTSP Kabupaten-Kota dan Dinas PU Takim.

Sekilas mengenal Ketua Panitia Pelaksana ini, ternyata sebelum mendapat amanah sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan, dirinya sudah bertungkus-lumus dalam bidang organisasi. Tahun 2006 saat Adisman diberi mandat menjadi Ketua Apersi, Ashari telah ikut didalamnya.

Dirinya pertama kali membangun perumahan pada tahun 2005 di Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Kawasan yang berada di lintas batas antara Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar ini, saat ini pertumbuhannya meningkat sangat pesat. Dari Tarai Bangun, Ashari mengembangkan pembangunan perumahan di daerah Bukit Barisan, Harapan Raya.



“Kandala yang kami hadapi, teman-teman yang berkecimpung dalam bisnis perumahan ini, hampir sama. Yaitu menyangkut ketentuan Tata Ruang, kita harus cek dan ricek secara berulang. Dipastikan, lahan yang ada ini tak bisa diambil alih begitu saja. Lahan tersebut bersertifikat, dan terdapat masalah konflik. Namun, dalam perizinan terkendala, masuk dalam Zona merahlah, atau zona hijaulah namanya. Kami berharap ini semua ce
pat selesai dan tuntas,” sebut pemilik PT Taruko Jaya Bersama ini.

Diakhir wawancara Ashari mengatakan, sejauh ini, animo kawan-kawan untuk mendaftar ke Himperra masih tingggi. Sebab, memang diwajibkan terutama bagi pengembang MDR diwajibkan bergabung dengan organisasi, beda dengan rumah-rumah komersil.***

((red. RR))

close