Atap Minimalis Zig Zag Ikut Meramaikan Ranah Property

Advertisement

Atap Minimalis Zig Zag Ikut Meramaikan Ranah Property

Monday, August 26, 2019

PROPERT & BISNIS. PT Comtech Metalindo Terpadu (Comet) yang menjadi mitra pengusaha-pengusaha property memberikan kualitas untuk hasil yang terbaik. Melalui produk-produk yang mereka hasilkan. Diantara produk unggulan Comet adalah Zigzag yang dilaunching pada 2015 lalu, adalah genteng metal minimalis.Genteng ini dibuat dari paduan bahan baja galvalume, aluminium dan seng. Spesifikasi genteng ini, dilihat dari ketebalan, cat dan aluminium.

Salah satu produk unggulan Comet adalah Zigzag Inspiro Besi Hitam Rumbai. Genteng metal ini memiliki spesifikasi panjang 80 centimeter, lebar 57 centimete, jarak reng 28,5 centimeter, dan model atap dua susun.

Berangkat dari inilah, produk-produk luncuran Comet telah menyebar hingga ke seluruh Indonesia, mulai Bali, Mataram, Banjarmasin, Balikpapan, Cirebon, Palembang dan Palangkaraya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mempunyai rumah. Diperkirakan kebutuhan rumah setiap tahunnya mencapai 800.000 unit. Karena menyadari hal ini, pemerintah bertekad mewujudkan cita-cita agar kebutuhan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat terpenuhi.

UU No 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) menyebutkan, untuk memenuhi kebutuhan rumah dan mewujudkan kota tanpa kumuh diperlukan pembangunan rumah sebanyak 1,2 juta unit per tahun. Cita-cita tersebut ditegaskan kembali oleh Presiden Joko Widodo dalam wujud program pembangunan sejuta rumah untuk rakyat.

Ground breaking pembangunan perumahan untuk pembangunan sejuta rumah ini telah dilaksanakan dan dipusatkan di Ungaran, Jawa Tengah, pada April lalu. Kegiatan ground breaking mewakili 245.161 unit rumah yang akan dibangun pada tahap pertama, terdiri atas rumah tapak, rumah susun milik, rumah susun sewa, dan rumah khusus.

Pemerintah melalui Bank BTN juga telah menyiapkan program uang muka KPR hanya 1% per tahun dan mendorong penguatan daya beli MBR dengan cara menyediakan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Dengan demikian, bunga KPR menjadi 5% dengan jangka waktu tenor 20 tahun.

Merealisasikan program satu juta rumah tentu bukan pekerjaan yang mudah. Untuk itu, dalam rangka mempercepat realisasi program sejuta rumah ada tiga pekerjaan rumah yang perlu dikedepankan yakni menyediakan public housing delivery system yang terintegrasi.

Selama ini belum ada sistem yang komprehensif dan terpadu mencakup penyediaan hunian. Padahal perumahan itu harus terintegrasi baik pembiayaannya, pembangunan fisiknya, koneksinya dengan kawasan komersial, pengelolaan pasca serah terima, manajemen untuk meningkatkan nilai hunian. Pekerjaan rumah kedua adalah komitmen untuk mengembalikan fungsi semula Perum Perumnas sebagai BUMN penyediaan rumah.

Terealisasinya program satu juta rumah bisa dipastikan akan menjadi salah satu instrumen bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. Untuk itu, pemerintah harus betul-betul memperhatikan masalahmasalah pembangunan perumahan bila ingin target program satu juta rumah dapat tercapai.

Sementara khusus di Riau, Himperra telah menyatakan tekadnya bahwa pada tahun 2019 seluruh anggota organisasi akan bertekad membangun 10 ribu rumah untuk rakyat. Karena seperti daerah lainnya di Indonesia, memiliki rumah memang menjadi hal yang teramat sulit bagi masyarakat ekonomi bawah. Tetapi dengan program sejuta rumah pemerintah yang diterjemahkan juga dengan membangun 10 ribu rumah untuk Riau, tentu kesulitan tersebut akan bisa diatasi.

Rumah bukan hanya sebagai tempat tinggal, juga marwah dan harga diri bagi pemiliknya. Artinya, dengan memiliki rumah subsisi, masyarakat ekonomi bawah pun akan merasakan bahwa hidup mereka punya arti, punya harga dan ini akan memicu mereka untuk terus berupaya meningkatkan taraf ekonomi kehidupan mereka.

Selain itu anak-anak mereka terlindungi dan merasa jika mereka bukanlah kaum yang termarjinalkan. Karena antara perasaan berharga, dihargai dan terlindungi dengan prsetasi serta kemauan bekerja keras juga saling berhubungan. Ada rumah artinya ada harta yang harus mereka jaga, merekampertahankan, dengan kerja keras untuk mendapatkan uangnya. Ada rumah, mereka terlindungi dan anak-anak itu juga merasa berharga untuk mengejar prestasi.

Karena itu dibutuhkan kerjasama yang saling bersinergi antara pemerintah, pengembang, perbankan hingga pihak swasta. Program pemerintah tidak akan jalan jika pengembang tidak aktif. Pengembang juga tidak akan jalan jika tidak ada perbankan yang mendukung. Demikian juga dengan pidak swasta, dibutuhkan kerjasama samanya untuk mencapai sebuah tujuan, rakyat yang sejahtera. Semoga.***

((red RR))








close